Kamis, 01 Desember 2011

Hilang Semua Janji



Tersenyumlah saat kau mengingatku

karna saat itu aku sangat merindukanmu

dan menangislah saat kau merindukanku

karna saat itu aku tak berada di sampingmu

tetapi...pejamkan mata indahmu itu

karna saat itu aku akan terasa ada di dekatmu

karna aku telah berada di hatimu untuk selamanya

tak ada yang tersisa lagi untukku

selain kenang-kenanggan yang indah bersamamu

mata indah yang dengannya aku bisa melihat keindahan cinta

mata indah yang dahulu adalah milikku

kini semuanya terasa jauh meninggalkan ku

kehidupan terasa kosong tanpa keindahaanmu

hati...cinta dan rinduku adalah milikmu

cintamu takkan pernah membebaskanku

bagaimana mungkin aku terbang mencari cinta lain?

saat sayap-sayap ku telah patah karnamu

cintamu akan tetap tinggal bersamaku

hingga akhir hayatku dan setelah kemati

hingga tangan tuhan akan menyatukan kita lagi

betapapun hati telah terpikat pada sosok terang dalam gelap

yang tengah menghidupkan sinar redupku

namun tak dapat menyinari dan menghangatkan perasaanku yang sesungguhnya

aku tidak pernah bisa menemukan cinta yang lain selain cintamu

karna mereka tak tertandingi oleh sosok dirimu dalam jiwaku

kau tak pernah terganti

bagai pecahan logam mengekalkan

kesunyian..kesendirian..dan kesedihanku

kini aku telah kehilangganmu...






Selasa, 22 November 2011

Melepaskan adalah sebuah jawaban

Cinta mengubah caraku berpikir, caraku bertindak, caraku mengambil keputusan. Terkadang, aku melawan prinsip dan keyakinan dalam hidup.
Hingga akhirnya aku sadar, mencintai tak berarti aku selalu bahagia. Terkadang, cinta memberi rasa sakit. Namun sering kali aku dibutakan untuk melihat kenyataan yang ada.
Dan ya sekarang aku tahu, melepaskan adalah jawabannya.
Tiada guna aku bertahan jika harus terus kesakitan. Dan aku belajar untuk mengikhlaskan dia yang aku cinta bahagia bersama orang lain, dari pada ia merasa terluka jika tetap bersamaku.


# Pepatah

Senin, 21 November 2011

Cinta Ku Pergi

CERPEN yg ke 6, kelar di garap. ni baru sempet post hehehehe tinggal minta pendapat temen2 ni heheheeh
buat yg punya waktu bisa di baca trus kasih komentarnya ya buat masukan.
Thx - HAPPY READ ^ - ^

Galih mengawali hari dengan senyum manis diwajahnya. Hari – harinya semakin berwarna dengan kehadiran seseorang yang special dalam hidupnya.
Gadis itu Rena, adik kelas Galih. Rena gadis yang bisa membuat hati Galih berdebar saat melihatnya. Awal pertemuan mereka sudah membuat Galih merasakan cinta. Galih berusaha mendekati Rena, untuk mengutarakan rasa cintanya. Setelah menunggu beberapa waktu akhirnya Galih mengutarakan isi hatinya kepada Rena.
Sepulang sekolah Galih mengajak Rena ke taman belakang sekolah. Sesampainya di taman belakang sekolah mereka duduk di bawah pohon mangga.
                Satu menit dua menit bahkan sepuluh menit berlalu, tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka berdua. Suasana hening menyelimuti Galih dan Rena.
“ Rena, aku suka sama kamu.”  Suara Galih memecahkan keheningan.
 Rena sontak kaget mendengar pengakuan Galih. Rena masih terdiam. Hatinya berdetak tak menentu. Dia masih kaget mendengar pengakuan kakak kelasnya itu. Selain itu ada perasaan lain di hati Rena yang selama ini juga terpendam.
“ Kak, Galih! “ suara Rena membuat Galih kaget.
Galih menatap lurus ke arah Rena. Wajah Galih terlihat tegang menanti jawaban dari Rena.
“Rena juga suka sama kak Galih.”
Dari SD Rena, udah suka sama kak Galih. Tapi waktu itu Rena masih kecil dan Rena takut buat bilang perasaan Rena. Rena takut kak Galih nggak suka sama Rena. Jawab Rena jelas atas pernyataan cinta Galih.
Galih tertegun mendengar jawaban Rena. Rena yang selama ini di kenalnya pemalu, ternyata bisa seberani itu mengungkapkan perasaannya. Satu sisi Galih bahagia karna cintanya tak bertepuk sebelah tangan.
“Rena, kita jadian sekarang ?” tanya Galih.
“ iya, kak Galih.” Jawab Rena dengan wajah tersipu malu.
Perasaan bahagia menyelimuti mereka berdua. Cinta yang tak pernah terucap kini telah terucap dan mendapatkan jawabannya.
Hari semakin sore. Galih mengulurkan tangannya ke Rena, Rena meraih tangan Galih. Galih dan Rena berjalan pulang meninggalkan tempat dimana dua hati yang saling mencintai bersatu. Taman belakang sekolah dan pohon mangga jadi saksi bisu terjalinnya cinta dua anak manusia. Dua hati yang saling mencintai berjalan bersama. Kebahagiaan menyelimuti mereka.
Galih dan Rena menjalin hubungan selayaknya anak remaja di usiannya. Pergi jalan bareng, nonton atau bahkan hanya sekedar duduk ngobrol di teras depan rumah. Mereka senang meluangkan waktu bersama. Galih juga sudah mengenalkan Rena pada keluarganya. Keluarga Galih menerima Rena dengan baik. Meski umur Galih dan Rena berbeda tapi itu tak menjadi masalah. Justru terkadang Rena yang jauh lebih dewasa dari Galih. Banyak perubahan positip yang terjadi pada Galih semenjak berpacaran dengan Rena. Galih yang bandel bisa berubah jadi penurut. Rena juga selalu ingatkan Galih buat sholat. Padahal biasanya Galih kalau mau sholat malas. Galih nggak pernah ngeluh soal sikap Rena yang terlalu mengatur hidupnya. Galih justru bersyukur punya pacar yang baik, perhatian, soleha pula. Galih merasa menjadi pria yang sangat beruntung. Bukan hanya Galih yang bersyukur tapi orang tua Galih juga sangat senang dengan Rena, karna Rena membawa pengaruh baik untuk anaknya.
Berbeda dengan Galih yang telah mengenalkan Rena pada keluarganya. Rena justru menyembunyikan hubungannya dengan Galih pada orang tuanya. Rena takut orang tuannya marah kalau sampai tahu Rena pacaran. Jadi mau nggak mau mereka pacaran diam – diam. Sejujurnya Galih benci dengan kondisi ini. Dia ingin jujur pada orang tua Rena soal hubungan mereka. Tapi Rena selalu melarangnya. Tak ada yang bisa dilakukan Galih selain menuruti permintaan wanita yang sangat dicintainya.
Waktu terus berjalan. Satu tahun setengah hubungan Galih dan Rena berjalan. Mereka menjalani dengan bahagia.  Hingga pada suatu waktu masalah mulai muncul dalam hubungan Galih dan Rena. Galih merasa belakangan sikap Rena berubah. Galih merasa sesuatu yang buruk akan terjadi pada hubungan mereka.
“ kenapa kamu berubah, Ren ? “ tanyaku penasaran.
Tak terasa sudah sepuluh menit berlalu Aku dan Rena hanya duduk berdiam diatas motor. Wanita inilah yang telah menemani hari – hariku. Satu menit dua menit bahkan lima menit berlalu tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Rena. Ingin rasanya aku berteriak tapi mulut ini tak dapat berkata – kata.
“ jawab Ren! “ kata ku lemas serasa memohon.
“ aku bingung kak Galih, “ jawab Rena pelan
“ bingung ? kenapa ? “ tegas ku
Rena pun kembali terdiam, diam seribu bahasa. Aku menatap wajahnya pandangan mataku tengah beradu dengannya.
                                “ Aku takut kata – kata ku nanti akan melukai hati kak Galih ! “ ucap Rena
                “ Dengan kamu berdiam diri seperti ini sudah melukai hati aku Ren, ! “ jawab Galih terisak.
“ Jujur aku masih sayang kak Galih, tapi aku tak bisa meneruskan hubungan ini, “ sahut Rena.
Mendengar jawaban Rena, Galih merasa seperti tersambar petir. Galih tertegun, ada sesuatu yang menetes dipipinya. Galih menagis. Dengan segera Galih menghapus air matanya.
                                “ kenapa Ren ? apa semua ini karna Bayu ? “ tanyaku penasaran
                                “ Darimana kak Galih tau soal Bayu ? “ tanya Rena bingung.
Bayu adalah Guru les Rena. Minggu lalu Galih tak sengaja melihat ena dan Bayu pergi berdua. Sejak itulah Galih merasa curiga. Dan semenjak itu sikap Rena juga berubah.
                                “ jadi benar tentang semua ini ? “
                                “ jadi benar semua ini karna Bayu ? “
                                “ kenapa…………”
Belum selesai Galih berkata – kata, Rena menutup mulut Galih dengan jarinya.
                                “ kak Galih dengarkan aku ! Kalau semua ini memang harus berakhir ini semua bukan karna aku nggak cinta lagi sama kak Galih. Semua aku lalukan karna orang tua aku. Aku nggak mau sampai di bilang anak durhaka karna melawan. Aku dijodohkan sama Bayu. Bayu minta aku ke Ibu, ibu menerima karna merasa Bayu sudah mapan. Aku nggak bisa berbuat apa – apa kak Galih. Aku juga nggak mungkin menyakiti kak Galih lebih lagi.
Galih hanya bisa terdiam mendengar kata – kata Rena. Suasana kembali sepi, mungkin hubunganku dengannya memang harus berakhir disini.
“  kalau semua ini demi buat kamu bahagia,
“ OK kita putus “
“ aku juga nggak bisa maksain perasaan kamu ke aku lebih dari ini ! “ ucap Galih lirih.
Tiba – tiba tangan Rena meraih tanganku, pandangan kami kembali beradu.
                                “ maafkan aku kak Galih, ini juga demi kit a ! “ kata Rena sambil tersenyum.
Senyuman itu mungkin senyuman terakhir, gengaman serta tatapan matanya pun mungkin jadi yang terakhir kali. Tak kuat rasanya aku menahan air mata ini. Segera aku melepaskan genggaman tangan Rena dan bergegas meninggalkannya.  Mungkin ini memang jalan yang terbaik untuk Aku dan Rena. Dan mungkin memang benar aku harus membiarkan cinta itu pergi dari hatiku selamanya. Meski luka hati ini tak tahu kapan bisa sembuh. Mungkin nanti saat aku bisa menemukan penganti Rena.
“ Saat Terindah Dalam Hidupku Adalah Bersamamu, Saat Tersedih Dalam Hidupku Adalah Kehilanganmu”

End
 Cerpen ni inspirasi dari kisah sahabat aku + ditambahain imajinasi sendiri heheheeh kl pas banget semua ma kisah nyatanya nggak bakal jadi cerpen ceritannya coz pnjg bngt. hehehehe ^^

Jangan biarkan apa yang dikatakan orang lain mengambil alih hidupmu.

# Pepatah



Terkadang, kita membiarkan apa yang dikatakan orang lain mempengaruhi hidup kita.

Jika seseorang mengatakan bahwa baju yang kita kenakan jelek, sebagian dari kita tak akan pernah memakainya lagi.
Jika seseorang mengatakan bahwa gigi kita rusak, beberapa dari kita tak akan pernah tersenyum lepas lagi.
Jika seseorang mengatakan bahwa cara berbicara kita aneh, sebagian dari kita tak akan berbicara lagi.Beberapa orang langsung berubah, dan memilih bersenyumbunyi untuk menyenagkan mereka, hanya karena kita ingin menyesuaikan diri.
Kita melakukan ini karena tak menyadari bahwa kita adalah apa yang kita lakukan, bukan apa yang orang lain pikirkan. Kita adalah siapa diri kita, bukan orang lain.
Di dunia yang terus berubah ini, tetaplah menjadi dirimu sendiri.
Dan percayalah, bahwa siapapun dirimu, selama kamu bangga akan dirimu, kamu akan selalu terlihat baik di mata mereka yang sungguh mengenalmu. 

So, jangan biarkan apa yang dikatakan orang lain tentangmu mengambil alih hidupmu.

Senin, 24 Oktober 2011

BEST - Friendship


Persahabatan.
kata - kata yang udah familiar banget untuk didenger dan mungkin hampir semua orang menggunakan kata itu buat menamakan hubungan mereka dengan orang lain.

tapi saya yakin, dari sekian banyak orang yang menggunakan kalimat itu, mungkin hanya ada sebagian atau beberapa yang bener - bener tau dan mengerti apa itu persahabatan.
secara umum emang orang yang deket sama kita bisa di sebut sahabat, tapi apa iya definisi sahabat hanya sebatas orang dekat??
ngga, menurut saya. dari kecil saya punya cukup banyak teman dekat, mulai saya taman kanak - kanak, saya sekolah dasar, masuk sekolah menengah pertama, lanjut ke sekolah menengah atas, sampai sekarang saya duduk di bangku kuliah, bahkan dalam dunia perkerjaan pun saya memiliki teman yang bisa dikatakan cukup dekat.

tapi apa mereka semua sahabat saya? tidak, mereka hanya orang - orang yang kebetulan memiliki intensifitas dan interaksi yang cukup dengan saya sehingga familiar dengan sebutan idealis itu.

saya memang memiliki beberapa orang yang bisa disebut sahabat, mereka adalah orang - orang (yang menurut saya ) sedikit banyak mengerti saya, mengetahui kondisi saya, mengetahui segala sifat buruk dan baik saya, mereka punya barometer untuk mengukur perasaan yang sedang saya alami, dan mereka orang- orang yang cukup hebat untuk memberikan saya support.

bersahabat ga harus selalu dengan orientasi atau jenis yang sama, ga jarang juga bersahabat dengan lawan jenis, dan memang cara bersahabatnya pun sedikit berbeda ketimbang dengan yang sesama jenis, contoh karena saya perempuan, contoh sahabat sejenis pun perempuan. dan sahabat lawan jenis adalah laki - laki. saya pernah punya beberapa orang sahabat lawan jenis
dan sampai sekarang pun alhamdulillah saya masih punya. tp kata sebagian orang untuk yang berbeda gender itu lebih riskan, dan cenderung banyak omongan yang bilang pasti ada yang lebih dari sekedar bersahabat. tapi yang saya rasain pure sahabatan.

kalo dari sejenis, saya lebih memilikinya bervariasi. karena dari sekolah menengah pertama saya sudah cukup dekat dan bisa disebut mulai mengerti rada solidaritas bersahabat.
lalu di bangku sekolah menengah atas saya memiliki seorang temang yang saya sebut sahabat, kami memiliki banyak sekali perbedaan, perbedaan idealisme, tapi saya yakin orang itu adalah orang yang sangat mengerti saya. walaupun kami memang bermain dalam satu komunitas yang terdiri dari beberapa orang. tapi saya hanya memiliki kecocokan dengan sebagian kecil dari mereka.
di bangku kuliah saya cukup dekat dengan beberapa orang teman, tapi saya hanya mendapatkan beberapa yang bisa disebut sahabat. karena buat saya teman itu adalah 'seleksi alam' datang dan pergi, berbeda dengan sahabat, dimana pun, kapanpun, bagaimanapun, kondisi kami, mereka tetap jadi sahabat saya.

TERIMA KASIH buat kalian yang mengerti saya, selalu ada disaat saya butuh, selalu berusaha menyenangkan saya, menenangkan saya.

MAAF buat semua sifat buruk saya, kalo saya tidak selalu ada, kalo saya kurang mengerti kalian.

buat saya, kalian ada atau pergi. tidak akan pernah ngerubah pandangan saya, kalian adalah orang yang tetap dan selalu menjadi sahabat saya.

copy paste from temen : 


Jumat, 21 Oktober 2011

S-A-H-A-B-A-T

Ku gengam tangan mu, miliki hatimu
Sahabat ku sayang selamanya
Ku tatap matamu miliki senyummu
Sahabat ku sayang selamanya

Jadikan hidup ini berarti
Miliki sahabat yang Tuhan bri
Jadikan hidup ini berharga
Bersahabat Selamanya


Senin, 17 Oktober 2011

Galau.....

Denger ni lagu bikin galau heheheheeh alay kalik ya :) biarin dehh
lirik e bener2 mengena. hahahaha :p
Andai Dia tahu dan semoga Dia mengerti
" Hanya ketulusan, tak lebih "

Sekian lama bersamamu. Kau selalu menyenangkan.
Kau berikan perhatian, Dalam setiap kesempatan.

Ku rasakan ada sesuatu,
yang ku baca dari setiap tatapan matamu

Jangan engkau pernah menduga,
Aku mengharapkan kau jadi milikku.
Itu tak mungkin terjadi.
Sungguh aku tak menginginkan,
yang ku inginkan kau menjadi Sahabatku
Semoga kau mengerti

Perhatian yang kau beri, tak kan pernah ku lupakan
tapi jangan kau artikan
Ku ingin kan sesuatu yang lebih.

Selasa, 13 September 2011

our friendship will never end

Kangen, Sahabat, gak tau kenapa. hehehehehe. jadi untuk ngilangin kangennya, aku akan memposting ini spesial buat kalian. Di blog aku hahahahahahah

Banyak orang-orang yang bilang, masa-masa SMA adalah masa yang paling indah. Aku bilang, itu salah. masa yang paling indah itu adalah masa setelah SMA.

masa setelah SMA itu adalah masa dimana aku bener2 ngerti sahabat itu apa.
masa dimana aku harus kepisah jauh sama orang-orang gila yang aku sebut sahabat ^ - ^
masa dimana untuk bisa kumpul aja harus nunggu liburan, cocokin jadwal kalian dulu baru bisa ketemu kalian.

kadang iri sama orang2 yang bisa kumpul sama temen2 SMA nya hampir tiap weekend.
sedangkan aku? Gak tentu,  L

Kalian. iyaa, kalian. orang-orang yang aku sebut sahabat. yang selalu aku kangenin. yang selalu aku paksa untuk bisa kumpul walaupun sebentar, untuk ketemu walaupun gak selalu bisa kumpul lengkap.

Aku pasang foto kita, untuk ngingetin aku bahwa aku punya orang-orang luar biasa yang,  untuk bantuin aku nginget-nginget indahnya jaman SMA. untuk nemenin aku ketawa.

jarak nggak akan pernah bisa ngehalangin kita untuk tetep selalu keep in touch. Meski kalian semua pada sibuk kuliah, kerja, dan lain2 nya. walaupun cuma bisa lewat sms, tlp, facebook, atau apapun sosial media yang ada, aku berhrap kebersamaan itu jangan sampe putus. Aku berharap kalian nggak lupa sama aku. ^^

aku tau banget. kita semua sama-sama sibuk, kuliah udah semester atas. kerjaannya bukan cuma main-main doang. tapi udah harus mikirin serius, atau ada yang sibuk pacaran :p nevermind, gak apa-apa gak bisa tiap libur atau tiap weekend ngumpul. tapi saat punya waktu luang, usahakan aja untuk bisa ketemu. gak usah maksa yang gak bisa dateng karena ada urusan ini itu. tapi ketemu sama yang bisa, biarpun itu cuma beberapa orang aja, menurut aku itu cukup.

jadi kenapa aku bilang, masa yang paling indah itu masa setelah SMA?
karena setelah SMA akue harus bisa jauh sama temen2 aku, tapi aku tetep dianggap sahabat sama kalian.
karena aku bisa ngerasain kangen sama temen2 aku karena mereka pada kuliah yang jadwalnya pasti jauh lebih padet dari aku, yang kerja juga gt.

jadi, ukuran sahabat itu gak cuma diukur seberapa sering kita bisa ngumpul bareng, seberapa sering kita bisa ketemu,
karena, menurut aku, FRIENDSHIP itu adalah rasa saling memiliki satu sama lain. tidak melupakan satu sama lain, dan saling menyayangi satu sama lain. Meski tak selalu bersama. ^-^

buat Magda, Devi, Sianne, Selvi
aku kangen :)

Aku berharap kalian nggak berubah apapun yg terjadi. Dan persahabatan kita tak berakhir.

GOD bless OUR RIENDSHIP




Rabu, 10 Agustus 2011

Memories in the Elementary School

SDN. Wonorejo 274, Surabaya
Masa pertama masuk dunia pendidikan, tingkat pelajaran bertambah dari yang dulu TK belajarnya cuma gambar, nulis, main. SD tambah banyak yang dipelajari. Mulai banyak kenal temen. Dari kelas 1 sampai kelas 6 di sini. Masa sekolah yang paling lama 6 tahun :D
Nggak banyak cerita di SD, Menimba ilmu selama 6 th, punya temen2 yang baik meski ada juga sih beberapa yng resek. ya... namanya juga anak2.
Yang aku suka waktu rekreasi ke JOGJA. Pertama kalinya tahu Jogja. Tpi belum bisa banyak menikmati, iu sebabnya sampai sekarang ini pengen banget ke JOGJA. Mau menikmati Jogja lebih banyak, ^ - ^
" JOGJA tunggu aku ke sana ya hahahahahahahah "
Setelah LULUS SD, udah jarang banget ketemu temen2, main ke SD. Terakhir kali main ke SD waktu itu minta doa restu buat UN SMP.
Ketemu temen - temen paling waktu di jalan, itu syuku2 syukur kalau masih pada inget, kadang lewat FB meski nggak semua ketemu.
Nahhh.. ini dapet saat ketemu temen2 SD, ketemunya di pernikahan Rochmania temen SD juga, di sini ketemu ama : Nastiti, Dwi A, Ellen, Diana, Tya, Irma, Dessy, Della, Selly, Chusnul, Yuli, Novi.
Yapzz meski hanya beberapa dan waktu buat kumpul2 nggak lama. tapi Aku seneng.
Masa SD, masih polos - polosnya. Tak banyak Kenangan yg terjadi. ^^







Sabtu, 06 Agustus 2011

Hunting Novel this month ^ - ^

Bulan ini aku nyisipin pengeluaran buat beli novel2 ini. udah dari lama kepengen punya novel2 ini. Ketertarikan muncul waktu baca sinopsin dari masing2 novel ini, buat " Promises, ma Perhaps you " ni aku dapet tag di fb dari temen waktu aku baca sinopsis e langsung tertarik dan memasukan nya dalam list novel yang wajib di beli, ^^ .buat " Remember when ni udah masuk dalam list, karna aku fans banget ma novel2 e kak Winna efendi. Nah untuk " 17 years of love song ma The truth about forever nya kak Orizuka ni juga udah masuk di list pembelian novel karna aku fans semua novel kak Ori, + melengkapi koleksi novel2 nya kak Ori heheheheh ^^ 
Berburu novel bulan ini dapet 5 pcs, meski ngeluarin uangnya lebih tp seneng deh ^ - ^
heheheheh 
Mulai membaca dan siap2 terpesona sama cerita - ceritanya. 
Happy read ^ - ^






Novel by : Yessi Greena W P

Ni novel2 karangan mbk Yessi, berawal dari cuma nyariin novel kak yessi yg judulnya " Still Loving You ", buat temen. ini awal aku kenal sama penulis ini yang ceritanya keren2. Koleksi novel mbk yessi yg aku punya, Still loving You, ini buat sahabat aku dia ngebet banget ma ni novel.untung mbk yessi punya stock 1 coz nyarik di mana2 udh gak ada ^^,  Samudra novel pertama karangan mbk yessi yg aku punya, Seperti Janji Kita, an Cinta Dodod . 
Ni semuanya udah selesai aku baca, ceritanya keren.
Semua novel mbk yessi langsung bisa pesen + dapet tanda tangan langsung dari mbk yessi. ^^
Ni semua aku beli langsung ke mbk yessi jd + ttd gratis :D
Ayo mbk Yessi kapan ni novel barunya terbit, aku tunggu heheheheheheh ^ - ^





Senin, 18 Juli 2011

FOREVER FRIEND

Sometimes in life
you find a special friend
Someone who changes your life
just by being part of it.

Someone who makes you laugh
until you can't stop
Someone who makes you believe
that there really is good in the world.
Someone who convinces you
that there really is an unlocked door
just waiting for you to open it.
This is Forever Friendship.

When you're down,
and the world seems dark and empty,
Your forever friend lifts you up in spirit
and makes that dark and empty world
suddenly seem bright and full.

Your forever friend gets you through
the hard times, the sad times,
and the confused times.
If you turn and walk away,
your forever friend follows.
If you lose your way,
your forever friend guides you
and cheers you on.

Your forever friend holds your hand
and tells you that
everything is going to be okay.
And if you find such a friend,
you feel happy and complete,
because you need not worry.
You have a forever friend for life,
and forever has no end.

Rabu, 13 Juli 2011

Sahabat Tersayang

By : Alika

Di hati ini s’lalu ada cerita
Walaupun kisah tak selalu ceria
Tetapi itu tak membuatku kecewa
Selalu ada hari-hari bahagia

Sahabatku yang setia
Setiap waktu berbagi rasa, berbagi cerita

Bila kuingat saat-saat terindah
Menangis tertawa kita lalui bersama
Kisahku ini takkan pernah terlupa
Menjadi kenangan yang teristimewa

Sahabatku yang s’lalu setia
Bersamamu ku bahagia
Sampai ku nanti t’lah dewasa
Hanya dirimu selalu dihati

Sampai ku nanti t’lah dewasa
Hanya dirimu kau selalu dihati

Sabtu, 11 Juni 2011

Bertepuk Sebelah Tangan

By : D' masiv

Mungkin ku takkan bisa
Seperti dirinya
Yang mampu membuatmu
Merasa sempurna

Mungkin ku tak’kan mampu
Wujudkan pintamu
Membaca dan mengerti
Apa yang kau cari

[*]
Inikah yang pantas aku dapatkan
Terus tenggelam dalam kesepian kesendirian

[**]
Kini ku terluka
Kembali terluka
Saat menyadari
Cinta ku bertepuk sebelah tangan

Bertepuk sebelah tangan

Mencoba 'tuk bertahan
Menantikanmu mengharapkanmu
Meski perih yang ku rasa
Sakitnya tak tertahan

Iseng2 Edit heheheheheh ^ - ^







Mata untuk Kasih

Gelap. Itu adalah teman, hariku dan hidupku. Dalam kegelapan aku dapat melihat. Aku bebas memikirkan apapun. Kegembiaraan ku, kesedihan ku bahkan hal – hal yang tak terpikirkan oleh orang lain. Gelap adalah sahabat terbaik ku.

Usiaku hampir tujuh belas. Sejak terlahir ke dunia aku sudah hidup dalam kegelapan. Kekejaman ibu yang membuat aku menjadi seperti ini. Semasa kehamilan ibu berusaha untuk membunuh ku dengan berbagai cara yang kejam, bahkan aborsi. Hal ini membuat aku terlahir cacat, sampai aku kehilangan penglihatan ku. Meski menyakitkan, aku bersyukur karna Tuhan masih mengasihiku. Aku di izinkan untuk tetap bisa hidup.
Pada saat usiaku lima tahun, ibu pergi meninggalkan aku di depan panti asuhan “BUNDA”.
Saat itu aku begitu merasa sedih. Aku benci, marah pada ibu.
“Kenapa dia tega membuangku ?”.

Di panti asuhan inilah, aku tumbuh besar. Tapi tetap dengan kekuranganku. Tak ada yang mau jadi temanku. Hanya Ibu Leni yang sayang padaku. Ibu Leni adalah pemilik panti asuhan. Hidupku berubah ketika ada sepasang suami istri mengangkat aku sebagai anak mereka. Pak Doni dan Ibu Nia, mereka adalah orang tua baruku. Aku begitu bahagia karna bisa merasakan hidup dengan keluarga yang utuh, meski mereka bukan orang tua kandung aku. Mereka bisa menerima kekurangan ku. Aku bersekolah di sekolah khusus. Di sekolah inilah aku bertemu dengan anak – anak yang nasibnya sama denganku. Aku tetap bahagia meski dalam suasana seperti ini. Aku bersyukur aku masih bias mendengar dan berbicara normal.
                                                          ***
          “Kasih, kenalin nih tetangga baru kita ! ” ujar mama seraya mengenalkanku pada tamu yang duduk di ruang tamu.
          “ Ini tante Ane dan anaknya Galih, “ terang mama.
Aku hanya mengangguk hormat pada mereka. Setelah basa – basi sebentar, mama mengajak tante Ane melihat – lihat rumah. Aku tetap duduk di ruang tamu bersama Galih. Untuk beberapa waktu kami berada dalam keheningan.
          “ Kamu sekolah di mana ? “ Tanya Galih membuka pembicaraan.
“ Aku sekolah di sekolah khusus. “
“ Sekolah khusus, maksudnya ? “ tanyanya lagi.
          “ Aku buta “ jawabku singkat.
Untuk sesaat aku merasakan Galih diam dan menatapku bingung. Aku tau dia pasti kaget saat tau aku buta. Setelah itu tak ada kata – kata lagi diantara kami sampai kedua orang tua kami datang membawakan minuman.

Dari kamarku di lantai atas, aku mendengarkan suara petikan gitar yang begitu indah. Aku begitu penasaran siapa yang bias memainkan gitar seindah itu. Karna aku begitu penasaran, aku meminta tolong mama untuk melihatnya.
          “ ma, bias tolong Kasih ? “ .
“ kenapa Kasih ? “ (tanya mama)
          “ ma, tolong liatin siapa yang main gitar ya ma. “
          “ itu Galih ! Tetanga baru kita kemarin.  Emangnya kenapa Kasih ?
          “ enggak apa –aapa kok ma ! “, makasih ya ma.
          “ iya sayang ! “ Mama keluar meninggalkan kamarku.
Suara Galih benar – benar indah, ucapku dalam hati.
***

Tiap sore aku sering mendengarkan alunan gitar Galih. Entah mengapa, aku suka mendengarnya dari jendela kamar ku. Aku senang mendengarnya menyanyi sambil memetik gitar. Sejak perkenalan itu Galih tidak pernah lagi bertandang ke rumah ku. Mungkin dia nggak mau lagi kenal dekat dengan aku, karna aku buta. Aku yakin Galih tak tahu dari balik jendela ini lah, aku  bercengkrama dengan suaranya. Dalam gelap aku berkhayal bias melihatnya. Dalam gelap, aku berharap dapatkah aku menjadi salah satu temannya.

Ketika aku sedang asyik mendengarkan musik, bel rumah bordering. Mungkin mama yang datang. Aku beranjak dari  kamarku untuk membukakan pintu.
          “ tante ada ? “ Tanya seseorang dengan suara yang akhir – akhir ini sering kurindukan. “ suara Galih “,
          “ hei, tante ada ? “ ulangnya seraya menepuk pundakku ketika melihatku hanya terdiam.
          “ oh, nggak ada, “ jawabku.
          “ ada apa ? “
          “ nih, ada kue buat tante dari mama ! jawab Galih datar seraya memberikan sekotak kue padaku.
          “iya, nanti aku sampaikan ke mama!”
Kalau gitu aku pulang dulu.
***

          “ Kasih, turun ! ada Galih nih ! “
          “ Galih”! Ngapain dia ke sini pagi – pagi.
          “ Iya, ma ! “
          “ Hallo, Kasih ! (sapa Galih).
          “ Hallo, ada apa Galih ?. Aku mau ajak kamu jalan – jalan. (ucap Galih)
Saat itu aku benar – benar kaget dan bingung, perasaanku campur aduk, antara bahagia dan takut.
          “ Galih, aku nggak bisa !
          “ Kenapa ? “
          “ Aku buta, aku enggak pantes jalan sama kamu. “
          “ Siapa yang bilang enggak pantes ! “
          “ Ayo ! “ Galih menarik tanganku dan mengajak aku pergi setelah berpamitan pada mama. Galih mengajakku ke sebuah taman nggak jauh dari komplek rumah kami. Saat sampai di taman, Galih malah terdiam.
          “ Galih, ngapain kamu ngajak aku ke sini ?
          “ Enggak kenapa – napa ! Aku Cuma cari temen aja buat nemenin aku di sini. “ Ucapan Galih membuat aku bingung.
Tak lama, terdengar suara seorang cewek.
          “ Galih, ngapain kamu di sini ? “
          “ Eh, Rara ! Enggak, Cuma nyantai – nyantai aja. “
          “ Trus, cewek itu siapa ? (tanya Rara)
          “ Kenalin, ini tetangga aku, Kasih !” Ujarnya mengenalkan gadis itu padaku.
Aku mengulurkan tanganku dengan perasaan tak menentu.
          “ Rara, “ sapanya datar.
Entah kenapa ada yang aneh pada diriku. Ada yang menusuk hatiku mendengar ucapan manja gadis itu pada Galih. Aku merasa Rara gadis yang sempurnah tidah seperti aku. Sebelum Galih membaca perubahanku, lebih baik aku pulang.
          “ Galih, aku mau pulang duluan !
          “ Kasih, kamu kenapa ? Biar aku yang antar ! (tawar Galih)
          “ Nggak usah, aku bisa pulang sendiri. Kamu di sini aja temenin Rara, Permisi. Aku berjalan pergi meninggalkan Galih dan Rara.

Tak terasa air mataku mengalir. Aku buru – buru naik ke kamar dan duduk di dekat jendela. Apakah Rara pacar Galih ?. Merasakan keakraban mereka sudah bisa dipastikan kalau gadis itu memang adalah pacarnya. Aku menertawakan diriku. Aku memang nggak bisa bergaul dengan orang – orang normal. Temanku memang cuma gelap. Aku berharap terlalu tinggi. Galih nggak akan repot jika berteman dengan orang yang normal.

Ku tutup jendela kamarku. Aku mau ngelupain Galih. Aku sadar aku hanya bisa berteman dengan orang yang sama sepertiku. Terbayang wajah – wajah temanku di sekolah. Mereka adalah sahabat terbaikku, selama ini mereka yang membuatku bahagia dengan kekuranganku, selain ke dua orangtuaku dan saudaraku. Mulai sekarang, aku nggak mau mendengar apapun tentang Galih. Biarlah dia Cuma menjadi secuil cerita dalam hidupku. Biarlah aku cukup bahagia bisa menatap dan bicara padanya walau hanya lewat gelap.
Aku putuskan untuk tidak berdiri lagi di dekat jendela. Aku nggak peduli lagi apa yang terjadi pada Galih. Biarlah tetap gelap temanku. Toh ! tanpa Galih, aku tetap bisa bahagia seperti dulu sewaktu aku belum mengenalnya.

Hari terus berlalu meski susah menahan diri untuk tidak berdiri di depan jendela. Tapi tetap ku tahan keinginanku. Jendela kamarku selalu tertutup rapat seperti rapatnya hatiku untuk mencoba melupakan Galih.
          “ Kasih, ada Galih di depan, “ panggil mama dari dapur.
          “ Galih ? ada apa dia datang ke sini.
Setelah hampir sebulan tidak mendengar tentangnya, tak bisa kupungkiri kalau perasaan itu masih tersisa. Jantungku berdetak saat mendengar namanya.
          Ada apa ? “ (tanyaku)
          “ Mau ketemu kamu. “
Aku mengeryitkan dahi, mendengar jawaban Galih.
          “ Aku jarang liat kamu, kemana aja ? “ ( tanya Galih )
          “ Sibuk ! “ (jawabku datar )
          “ Kasih, kamu mau nggak ikut aku ? “ ( ajak Galih )
          “ Kemana ? “
          “ Ke taman ! “
          “ Mau ngapain ke taman ? “
          “ Nggak apa – apa, aku pengen ngobrol banyak sama kamu. “
          “ Ngobrol apa ? Kamu kan bisa ngobrol sama temen – temen kamu. “
          “ Apa aja, kamu nggak mau ya ? “
          “ Bukan begitu, nanti pacar kamu marah. “
          “ Pacar ? pacar yang mana ? “
          “ Rara ? “
Galih malah tertawa terbahak – bahak mendengar ucapanku.
          “ Rara bukan pacar aku, dia temen aku. “
          “ Jadi gimana nih ? “
Aku tersenyum dalam hati. Ternyata aku salah duga terhadapnya. Ternyata Galih nggak pacaran sama Rara dan Galih mau jadi temanku.
          “ Ok ! jawabku singkat.
Sesampainya di taman.
          “ Kasih, aku punya sesuatu buat kamu ! “
          “ Apa ? ( tanyaku penasaran )
Tiba – tiba Galih meraih tanganku, memakaikan sebuah gelang di tanganku. Aku benar – benar bingung.
          “ Kasih, kamu terima ya,  gelang ini.
          “ Galih, ini buat apa ? tanyaku binggung.
Ini sebagai tanda persahabatan kita.
“ Kasih, kamu mau kan jadi sahabat aku ? “
Tapi, Galih aku nggak sama kayak kamu.
“ Aku buta ! “ ( jawabku )
“ Kasih, aku nggak liat kekurangan kamu dan mulai sekarang kamu nggak buta, karna kamu punya mata baru yaitu mataku. Mulai sekarang mataku adalah mata kamu juga.
Aku nggak tahu harus ngomong apa. Aku bener – bener bahagia.
          “ Galih, makasih ya ! “
Hanya kalimat itu yang bisa aku ungkapkan, untuk satu pemberian yang bagiku sangat berharga dari Galih. Seseorang yang sekarang menjadi sahabatku.
Hari semakin sore. Aku dan Galih berjalan pulang. Dalam perjalanan pulang, banyak banget kelucuan yang dilakukan Galih. Galih mengantarku sampai rumah. Setelah itu dia pamitan pulang.
Tapi baru beberapa langkah dia balik lagi dan mendekatiku.
          “ Oh, iya aku lupa ! “
          Ada apa ? “
          “ Kaca jendela kamar kamu rusak ya ? sudah lama aku nggak liat kamu berdiri di sana ! “ tanyanya dengan nada menyindir.
Aku benar – benar kaget. Ya Tuhan ternyata selama ini …… ? Ternyata sejak awal berkenalan, Galih udah sering memperhatikan aku ? Dan, aku nggak menyadari hal itu.

“ Kasih sejati adalah Kasih yang bisa menerima kekurangan orang dengan lapang dada. Dan membantu mereka menghadapi kekurangannya”.

The End 
Yohana, 22 Februari 2009

Sabtu, 04 Juni 2011

Hidden Love

Tahukah kau bagaimana rasanya ketika kau benar-benar menyadari bahwa sudah tidak ada sedikitpun lagi kesempatan untuk meraih hatinya? Bahwa kau tidak akan berarti apa-apa dibanding dia yang kini ada di sampingnya? Pedih sekali rasanya mengingat begitu banyak sudah hari yang dilaluinya bersama orang lain, bukan bersamamu. Dan yang paling menyakitkan adalah ketika kau menyadari, bahwa cinta yang kau punya tak lebih dari suatu aib yang harus disembunyikan. Seperti suatu penyakit yang harus dihilangkan dari jiwamu. Karena cintamu hanya akan membawa kepedihan bagi orang lain



Hal ini yg terjadi, Mencintai seseorang yg tak pernah akan tahu, bahwa ada orang yg diam - diam memperhatikannya.  Menyukainya, sejak awal pertemuan di bangku SMP . Tak ada yg pernah tahu apa yg akan terjadi di depannya. 
Yapz seperti itu juga yang ku rasa, ku tak pernah tahu kalau akhirnya ku punya rasa lain pada diri nya. Pertemanan yang terjalin begitu dekat , membuat timbul rasa yang lain hanya dari sebatas teman. Tuhan, aku mencintai nya. 
Tapi, ku tak punya keberanian untuk jujur mengakui rasa ini. Aku tak ingin dia marah, dan membenci ku. Ini lah yang ku pikirkan dulu.

Hingga waktu yg ku rasa cukup untuk aku terus memendam perasaan ini. Aku tak mau terus memendam rasa yang hanya membuatku sakit. Dan, 31 Maret 2011 menjadi hari kejujuran ku tentang perasaan yang terpendam 6 tahun sudah. Aku jujur mengatakan bahwa aku Cinta DIA. Kejujuran ini membuat ku lega. Aku tak mengharap balasan . Aku sadar siapa aku dan siapa dirinya. 
Aku akan tetap menjadi teman dengan nya tak lebih. 

Aku bahagia sekarang DIA tlah menemukan tambatan hatinya. Aku berdoa buat DIA, semoga hubungannya bertahan selamanya. Amin

Tuhan inilah akhir penantian panjang ku untuk DIA. 

apakah waktu mampu menghapus luka?
MAMPU

mampukah waktu menumbuhkan cinta di hati

yang pernah terluka karena pahitnya cinta?
MAMPU, selama hati masih mau terbuka membiarkan CINTA masuk. Tak terkecuali pada hati pernah terluka sekalipun.

Say Goodbye for hidden Love