Minggu, 17 Oktober 2010

Jeritan Anak Jalanan


Di kolong-kolong jembatan aku..
Bersenandung mengharap belas kasihmu..
Pandanganku yang kian hampa..
Sesuap nasi pun tak kunjung tiba..

Melihat mu aku tak peduli..
Bukan wakil rakyat tikus berdasi..

Aku memang mlarat..
Bukan seperti tikus keparat..
Yang doyan uang rakyat..
Haus harta bak lintah darat..

Masih terdengar jeritan dan tangisan..
Dari anak kolong jembatan..
Kau butakan matamu..
Kau tulikan telingamu..

Takut kehilangan harta itu sifatmu..
Takut kehilangan kehormatan pun sifatmu..
Kau lebih rela korbankan rakyat..
Hanya demi se onggok martabat..

Kau picik..
Kau pun licik..

Di kolong jembatan aku..
Di jalanan kukais keberuntunganku..

Kau tak datang aku bangga..
Tak mengenal mu pun aku lega..

By : Noor M. A

Tidak ada komentar:

Bunda Theresa

Berbicaralah sesedikit mungkin tentang diri sendiri Uruslah sendiri persoalan-persoalan pribadi Hindari rasa ingin tahu Jangan mencampuri ur...